Tampilkan postingan dengan label Bantaeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantaeng. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2014

Foto-foto dan Perolehan Medali Porda XV Sulsel 2014



PENUTUPAN PORDA. Tarian kreasi dari 500 siswa saat penutupan Porda XV Sulsel, di Bantaeng, 16 September 2014. Makassar berhasil keluar sebagai juara umum dengan total peraihan 56 medali emas, juara II Bantaeng dengan perolehan 37 medali emas dari 27 cabang olahraga yang dipertandingkan. (Foto: TEMPO/Iqbal Lubis)

Makassar Juara Umum Porda XV Sulsel Tahun 2014



Kontingen Kota Makassar kembali berhasil mempertahankan prestasinya sebagai juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulawesi Selatan. "Kota Daeng" keluar sebagai Juara Umum Porda XV Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 9-16 September 2014, setelah mengoleksi sebanyak 56 emas, 48 medali perak dan 57 medali perunggu. (int)

Selasa, 03 Juni 2014

Investor China Siap Bangun Smelter di Bantaeng



PINTU GERBANG Pantai Marina, Bantaeng. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah memfasilitasi delapan investor asal China yang ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) feronikel. Dirjen Basis Industri Manufaktur, Kemenperin Harjanto menuturkan, delapan investor ini akan membangun smelter feronikel beserta industri turunan nikel di dalam negeri. (Foto: Asnawin)

Senin, 02 Juni 2014

Putra Sulsel Terpilih Sekjen DPP IMM



SEKJEN. Salah seorang putra Sulsel, Abdul Rahman AR, terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), pada Muktamar IMM, di Kampus I Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 26 Mei-1 Juni 2014. Rahman AR yang alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendampingi Beny Pramula yang terpilih sebagai Ketua Umum IMM periode 2014-2016. (ist)

Sabtu, 31 Mei 2014

Bupati Bantaeng Berbagi Inspirasi pada Muktamar IMM


Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah, bersama Bupati Bojonegoro Suyoto, diundang berbicara sekaligus memberikan spirit pada Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 29 Mei 2014. (int)

Sabtu, 10 Mei 2014

100 Mahasiswa STIEM Bongaya KKL di Makassar dan Bantaeng


Ketua Panitia KKL Angkatan XXIX, Drs H Lessi Muhammad Djen MM (paling kanan), foto bersama Sekretaris Panitia Andi Muhammad Syahrum SE MSi (paling kiri), dan Humas STIEM Bongaya Dr Ansir Launtu SE MM, saat rehat acara pembekalan KKL, di Kampus STIEM Bongaya, Jl Mappaoddang, Makassar, Sabtu, 10 Mei 2014. (Foto: Zakiyah Taqiyah)

Selasa, 22 April 2014

Visi Misi Pembangunan Kabupaten Bantaeng 2013-2018


VISI-MISI Pemkab Bantaeng di bawah kepemimpinan Bupati Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah MAgr, dan Wakil Bupati Drs H Muhammad Yasin (periode 2013-2018), yang dilantik di Pantai Seruni Bantaeng, Kamis, 15 Agustus 2013, yaitu: "Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Bagian Selatan Sulawesi Setalan Tahun 2018."

Jumat, 28 Maret 2014

H Alimuddin SH MH: Membangun Pendidikan, Mengurus Rakyat

 
CALEG DPRD SULSEL. Melihat latar belakang pendidikannya, H Alimuddin SH MH MKn seharusnya bekerja sebagai praktisi hukum, tetapi pria kelahiran Jeneponto, 9 Juli 1967, justru lebih lebih tertarik terjun ke dunia politik praktis.

Senin, 24 Maret 2014

JK Dapat Nilai Tertinggi dari 330 Profesor


TERTINGGI. Mantan Wapres RI Jusuf Kalla (kanan) dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, pada salah satu kegiatan. JK memperoleh nilai tertinggi dalam survey calon presiden dan calon wakil presiden yang diadakan Pol-Tracking Institute dengan melibatkan 330 profesor pada 33 provinsi sebagai responden. Pol-Tracking melaksanakan survei dari 3 Februari hingga 10 Maret 2014. (int)

Rabu, 26 Februari 2014

Bupati Gunungkidul Puji Bupati Bantaeng


BANTUAN AMBULANCE. Bupati Gunungkidul Hj Badingah atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul (kiri) dan Presiden Kochi Toyota Motor Corporation Jepang Mr Makoto Tashioka (kedua dari kiri), menandatangani perjanjian kerjasama yang difasilitasi Bapak Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah (kedua dari kanan), di Pendopo Sewoko Projo, Sabtu, 22 Februari 2014. (Foto kiriman Riesa Meylani)

Awal Pimpin Bantaeng, Bupati Nurdin Atasi Banjir dengan Cara Naik Gunung


Di awal menjabat bupati Bantaeng pada tahun 2008, Nurdin Abdullah tidak langsung merayakan kemenangannya. Nurdin langsung berjibaku menuntaskan persoalan warga kota Bantaeng yang setiap tahun dilanda banjir. Nurdin langsung mengajak bawahannya untuk menyusuri 8 jalur anak sungai di kaki Gunung Lompobattang, yang ketika hujan deras tiba, banjir langsung menggenangi kota Bantaeng. (int)

Nurdin Abdullah Ubah Bantaeng Jadi Mentereng


PANTAI SERUNI. Dulu Pantai Seruni terbengkalai. Hanya kawasan terbuka dengan semak belukar. Sejak Nurdin memimpin pada tahun 2009 lalu, kawasan tersebut diubah total. Jalan, anjungan, hingga area jogging dibangun. Tak heran, saat ini kawasan sepanjang pantai menjadi lebih hidup. (Foto: http://news.detik.com)

Andalkan Track Record, Nurdin Abdullah Menang Telak di Bantaeng


TAK KAMPANYE. Nurdin Abdullah tak banyak kampanye. Bahkan disebut-sebut, ia tidak perlu memasang baliho. Profesor Ilmu Kehutanan Unhas itu hanya mengandalkan track record selama lima tahun terakhir, sejak ia mulai menata dan membangun daerah serta beragam penghargaan yang diraih daerahnya. Usai pencoblosan 17 April 2013, suara Nurdin dan Yasin melesat dalam hitung cepat. Ia memperoleh 83 persen suara. (int)

Sisi Politik Nurdin Abdullah, Jadi Bupati setelah Kalahkan Pasangan Parpol Besar


Bagi sebagian orang, nama Nurdin Abdullah (50) terasa asing. Padahal sosok bupati satu ini luar biasa. Ia sukses memimpin Bantaeng, Sulawesi Selatan, setelah mengalahkan pasangan-pasangan yang diusung parpol-parpol besar. Nurdin yang berpasangan dengan Asli Mustadjab, diusung PKS, PBB, PKB, PPNUI, PNBK, Patriot, PIB, PSI, dan Partai Merdeka. Secara matematis, total suara partai-partai tersebut hanya memiliki 18 persen suara. (Foto: http://www.bantaengkab.go.id)

Sepak Terjang Nurdin Abdullah Sebagai Bupati Bantaeng


Di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah (alumni Fakultas Pertanian Universitas Kyushu di Jepang), perekonomian Bantaeng tumbuh dari 5,3 persen menjadi 8,9 persen pertahun, serta berhasil meningkatkan indeks pendapatan perkapita warga Bantaeng dari Rp 5 juta menjadi Rp 14,7 juta. (int)

Kepala Dinas di Bantaeng, Dilarang Pakai Sepatu Mahal


Dengan misi menjadikan Bantaeng menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengajak seluruh aparatnya ikut bekerja keras membangun Bantaeng dengan sistem 'team-work". Untuk ikut dalam "Team-Work", setiap kepala dinas beserta jajarannya dilarang bermewah-mewahan, termasuk menggunakan sepatu yang mahal. (int)

Minggu, 23 Februari 2014

KKN Tematik Posdaya Jadi Primadona


PEMBEKALAN KKN. Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono Suyono memberikan sambutan pada pembekalan Pembekalan KKN Tematik Posdaya Berbasis Peradaban Angkatan ke-49, di Auditorium Kampus UIN Alauddin Makassar, Jalan Sultan Alauddin No 3, Samata-Gowa, Sulsel, Kamis, 20 Februari 2014. (Foto: www.uin-alauddin.ac.id)

Senin, 17 Februari 2014

Anak Gubernur Sulsel Luncurkan Mobil Angkutan Gratis


ANGKUTAN UMUM GRATIS. Calon legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Dapil Sulsel I, Indira Chunda Thita SYL, meluncurkan mobil angkutan umum gratis untuk rute antarkota dalam provinsi. Thita yang tidak lain anak kandung Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan), mengatakan, kendaraan yang berjumlah lima unit ini, masing-masing dua unit bus kapasitas 30 kursi dan dua unit mini bus kapasitas 11 kursi akan malayani masyarakat untuk rute Makassar-Takalar-Jeneponto-Bantaeng. (int)

Senin, 10 Februari 2014

Golkar Sulsel Rawan di Tujuh Daerah


Gubernur Sulsel yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) foto bersama Deniary Alwi Hamu (caleg DPR RI dari Partai Gerindra). Syahrul Yasin Limpo mengingatkan pengurus Partai Golkar agar bekerja lebih keras untuk memenangi Pemilu Legislatif 2014. (int)

Minggu, 09 Februari 2014

Pariwisata Bantaeng Bangkit Undang Investor


PANTAI MARINA. Wilayah Bantaeng yang dulunya miskin dan masyarakatnya hidup melarat, kini menjadi salah satu daerah berkembang dan menjadi magnet bagi wisatawan dan investor. Hingga kini, sudah puluhan triliun rupiah modal asing yang masuk ke Bantaeng. (Foto: Asnawin)