Sabtu, 14 November 2015

Impian tentang Kawasan Ekonomi Khusus di Takalar


KAWASAN INDUSTRI. Pemkab Takalar berencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kecamatan Mangara'bombang. Rencana tersebut didukung oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan pemerintah pusat. Di kawasan industri yang dikelilingi oleh sejumlah desa tersebut, akan ada bermacam-macam industri dan juga ada bandara. (int)



----------


Impian tentang Kawasan Ekonomi Khusus di Takalar


Oleh: Asnawin Aminuddin
PEDOMAN KARYA
Makassar, Sabtu, 14 November 2015

Banyak yang meragukan kemampuan Dr Burhanuddin Baharuddin sebagai Bupati Takalar, terutama karena beliau bukan birokrat dan hanya berbekal pengalaman sebagai pengusaha dan politisi (Anggota DPRD Sulsel dari Partai Golkar).
Sebelum menjabat Bupati Takalar, beliau juga jarang tampil sebagai pembicara dalam berbagai forum, tentang pembangunan di Sulawesi Selatan, khusunya di Takalar. Sejak dilantik pada Desember 2012, hingga menjelang akhir 2015 ini, juga belum banyak terdengar berita tentang terobosan yang dilakukannya.
Yang kerap terdengar, justru keluhan tentang seringnya Burhanuddin Baharuddin meninggalkan Takalar dan juga sorotan tentang sepinya kantor Bupati Takalar jika dirinya sedang tidak berada di Takalar.
Keraguan dan sorotan negatif tersebut tentu saja harus dijawab dengan kerja, karya, dan prestasi. Sayangnya, masyarakat Takalar khususnya dan masyarakat Sulsel umumnya, tidak memperoleh jawaban tersebut.
Pasti sudah banyak karya yang ditorehkan dan prestasi yang dicapai oleh Burhanuddin Baharuddin sebagai Bupati Takalar, tetapi sekali lagi, informasi mengenai karya dan prestasi tersebut kurang terdengar.
Kalau pun ada, mungkin beritanya tidak terlalu menonjol dan kurang terdengar, karena kalah bersaing dengan beragam berita lainnya di berbagai media massa. Kurangnya gaung pemberitaan mengenai pembangunan di Takalar ini sekaligus merupakan catatan bagi Humas Pemkab Takalar.
Terlepas dari kecilnya gaung pemberitaan mengenai karya dan prestasi yang dicapai Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Burhanuddin Baharuddin, kami tertarik dengan rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kecamatan Mangara’bombang yang dicanangkan pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-15, di Teluk Laikang, Dusun Puntondo, Kecamatan Mangara’bombang, Takalar, 27 Juli 2015.
Kawasan Ekonomi Khusus merupakan kawasan dengan batas tertentu yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. KEK  dibentuk untuk membuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, dan perdagangan, guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi.
Burhanuddin kepada “Pedoman Karya” beberapa hari sebelum dilangsungkannya PSBM ke-15, mengatakan, pihaknya sudah lama merancang pembangunan kawasan industri dengan nama Kawasan Industri Takalar, tetapi Jusuf Kalla selaku Wapres RI sekaligus Pembina Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyarankan agar namanya diubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.
“Kita merancang pembangunan kawasan industri yang dikelilingi oleh sejumlah desa di Kecamatan Mangara’bombang. Jadi di sana nanti ada bermacam-macam industri dan juga ada bandara. Pembangunan kawasan ekonomi khusus ini tentu akan menghidupkan perekonomian di Mangara’bombang khususnya dan Kabupaten Takalar pada umumnya,” jelas Burhanuddin.
Dengan pencanangan Kawasan Ekonomi Khusus tersebut, Pemkab Takalar berharap Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran melalui APBN untuk pembangunan infrastruktur di Takalar, agar para investor tidak ragu menanamkan investasinya di Takalar.
Kabag Perekonomian Pemkab Takalar Indra SE, didampingi Kasubag Penanaman Modal dan BUD, Muhammad Ikbal, yang ditemui Jumat, 13 November 2015, mengatakan, pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke-15 di Takalar, ada 10 Perjanjian Kerjasama (MoU) yang ditandatangani, termasuk oleh beberapa perusahaan asing, antara lain dari Korea, Taiwan, Hongkong, Timur tengah, dan China.

Takalar Sangat Potensial

Dukungan tentang impian pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Takalar datang dari berbagai pihak, karena Pemkab Takalar memang memiliki banyak potensi dan menyiapkan diri untuk dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS, Sattar Taba, mengatakan, Takalar memiliki areal yang cukup potensial untuk menjadi kawasan industri, baik sebagai kawasan ekonomi khusus maupun kawasan industri terintegrasi, dengan areal seluas 25 ribu hektar.
Dipilihnya Kabupaten Takalar sebagai lokasi Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus, menurut dia, juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang mengharapkan pembangunan kawasan ekonomi khusus maupun kawasan industri terintegrasi diarahkan ke kawasan Timur Indonesia.
Takalar dinilai memiliki potensi alam yang sangat luar biasa. Potensi ini dapat diarahkan agar Takalar bisa menjadi kawasan industri, baik yang berbasis agroindustri, manufaktur, pariwisata, atau kawasan industri berbasis logistik.
Kabupaten Takalar juga memiliki potensi untuk pembangunan pelabuhan, karena memiliki alur masuk dengan kedalaman hingga 20 meter. Memang ada perluasan pelabuhan di Makassar, tetapi perluasan itu akan memakan waktu untuk melakukan reklamasi, sementara di Takalar sudah tersedia dan bisa dibangun.
Realisasi investasi para investor dari mancanegara dan investor nusantara di Takalar, akan sangat bergantung pada kebijakan Pemerintah setempat, baik Pemerintah Kabupaten, maupun Pemerintah Provinsi.
Karena itulah, Burhanuddin Baharuddin selaku Bupati Takalar harus secepatnya melakukan pembebasan lahan, sambil mengupayakan agar pembangunan infrastruktur dapat segera dilaksanakan, agar para investor merasa aman dan nyaman untuk berinvestasi.

Jangan Sampai Hanya Nama

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil saat membuka PSBM ke-15 di Takalar, mengingatkan, berdasarkan hasil evaluasi, banyak Kawasan Ekonomi Khusus yang hanya sekadar nama tetapi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jangan sampai Kawasan Ekonomi Khusus hanya sekadar nama, tetapi tidak memberikan manfaat yang besar bagi wilayah tersebut, karena banyak bupati dan gubernur yang mengusulkan Kawasan Ekonomi Khusus, tetapi tidak mengupayakan pendukung yang diharapkan, sehingga para investor batal melakukan investasi.
Kunci sukses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus, terletak pada kerjasama yang terjalin antara pemerintah dengan pengusaha. Para investor tentu membutuhkan rasa aman, lahan yang cukup, serta infrastuktur jalan yang memadai.
Jika rasa aman itu tidak ada dan infrastruktur jalan kurang memadai (saat ini masih kurang lebar dan belum mulus), maka para investor pasti akan menunda atau bisa jadi akan membatalkan rencananya menanam investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Takalar.
Para investor (asing dan Nusantara) akan berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja di Kawasan Ekonomi Khusus Takalar, jika mereka memperoleh kemudahan di bidang fiskal, perpajakan dan kepabeanan, serta di bidang non fiskal, seperti kemudahan birokrasi, pengaturan khusus di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian, serta pelayanan yang efisien  dan ketertiban di dalam kawasan.
Tentu bukan pekerjaan mudah bagi seorang Burhanuddin Baharuddin untuk mewujudkan impian tersebut, apalagi jika tidak didukung oleh pola pikir global dari aparat dan birokrat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Semoga rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khsus di Kabupaten Takalar dapat terwujud sesuai yang diharapkan bersama, untuk menggerakkan perekonomian di Takalar dan di Sulawesi Selatan.


------
Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin (kiri) bersama penulis di rumah pribadinya, beberapa waktu lalu. (dok. pribadi)
------




Tidak ada komentar:

Posting Komentar