Kamis, 18 September 2014

Pembenahan Kampus ala Universitas Pepabri


STRUKTUR BARU. Duduk dari kiri ke kanan, Kol (purn) Drs H Muchlis Agung MSi (Ketua Yayasan Pendidikan Dharmawirawan Pepabri Sulawesi Selatan), Dr Apiaty Kamaluddin (Rektor Universitas Pepabri Makassar), HM Amin Syam (Ketua Pepabri Sulsel). Berdiri dari kiri ke kanan, Ir Abdul Sofyan MT (Wakil Rektor I), Drs H Muhammad Asmin MPd (Wakil Rektor III), Drs H Basmin Mattayang MPd (Wakil Rektor IV), dan Drs Arsalam Fatha MSi (Wakil Rektor II). (Foto: Asnawin)



------------------


Pembenahan Kampus ala Universitas Pepabri


Konflik internal yang berkepanjangan membuat Universitas Pepabri Makassar terpuruk di tengah persaingan antar-perguruan tinggi, baik di Sulawesi Selatan, maupun di kawasan timur Indonesia dan secara nasional.

Namun keterpurukan itu mulai teratasi dan Universitas Pepabri perlahan-lahan merangkak ke permukaan setelah Dr Ir Apiaty Kamaluddin Amin Syam MS dilantik sebagai rektor pada 9 Januari 2014.

Setelah mendapat amanah sebagai rektor, Apiaty yang pernah menduduki jabatan penting di pemerintahan Kota Makassar dan juga pernah menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel, langsung bergerak cepat dengan melantik empat wakil rektor, pada 18 Januari 2014.

Keempat wakil rektor yang dilantik tersebut, yaitu Ir Abdul Sofyan MT sebagai Wakil Rektor I, Drs Arsalam Fatha MSi sebagai Wakil Rektor II, dan Drs H Muhammad Asmin MPd sebagai Wakil Rektor III, dan Drs H Basmin Mattayang MPd sebagai Wakil Rektor IV.

Dari keempat wakil rektor tersebut, hanya satu orang (Abdul Sofyan) yang dosen murni, sedangkan tiga lainnya adalah mantan pejabat birokrat.

Basmin Mattayang adalah mantan Bupati Luwu (Sulawesi Selatan) dan juga pernah menjadi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Arsalam Fatha juga pernah menjadi pejabat birokrat di pemerintahan dan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sula-wesi Selatan.

Sementara itu, Muhammad Asmin pernah menjabat Kepala Sekolah (STM 2 Makassar), pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, dan hingga kini masih menjabat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel.

Kekuatan tersebut menjadi semakin kuat dengan hadirnya mantan Gubernur Sulsel HM Amin Syam sebagai Ketua Pepabri Sulsel sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Dharmawira-wan Pepabri Sulawesi Selatan.

Dengan komposisi dan kuali-tas pimpinan seperti itu, Univer-sitas Pepabri Makassar tentu mampu berlari kencang mengejar ketertinggalannya dan kemudian eksis di tengah persaingan dengan perguruan tinggi lain, baik dengan perguruan tinggi swasta (PTS) maupun dengan perguruan tinggi negeri (PTN).

Amin Syam secara terbuka menyatakan siap membantu dana dan fasilitas milik pribadi dan keluarganya jika Universitas Pepabri membutuhkan.

Basmin Mattayang yang dimintai tanggapannya tentang jabatan barunya sebagai Wakil Rektor IV, mengatakan pelantikan dirinya dan kehadiran dirinya di Universitas Pepabri Makassar bukan soal jabatan wakil rektor, melainkan soal pengabdian melalui lembaga pendidikan.

“Saya menerima amanah ini, karena bangsa ini ke depan membutuhkan sumber daya manusia berkualitas melalui lembaga pendidikan, dan saya bukan orang baru di bidang pendidikan,” tutur Basmin, kepada Majalah Almamater seusai pelantikan.

Sebelum menjabat Bupati Luwu (2003-2008), Basmin adalah pejabat di Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulsel, dan juga pendiri Yayasan Mitra Bahari Sulsel yang membina SMK Pelayaran Katangka, Jl Syekh Yusuf, Gowa.***

---------------------------------------------------------------
@copyright Majalah Almamater, edisi ke-6, Agustus 2014.
---------------------------------------------------------------


Tidak ada komentar:

Posting Komentar