Sabtu, 22 Februari 2014

Presiden SBY Terima Gelar Adat dari Datu Luwu


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, melambaikan tangan kepada ribuan warga Palopo seusai mendapat anugrah Gelar Adat "Anakaji To Appamonang RI Luwu" dari Datu Luwu ke-40, A. Maradang Mackulau Opu, di Istana Datu Luwu, di Jl Andi Jemma, Desa Amasangeng, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat, 21 Februari 2014. (Foto: Humas Setkab RI)






-------------

Presiden SBY Terima Gelar Adat dari Datu Luwu


Oleh : Desk Informasi
Jumat, 21 Februari 2014
http://setkab.go.id/berita-12186-presiden-sby-dan-ibu-negara-terima-gelar-adat-palopo.html


Seusai melaksanakan solat Jumat di Masjid Agung, Luwu, Jumat (21/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono dianugerahi gelar adat oleh Datu Luwu ke-40, A. Maradang Mackulau Opu.

SBY menerima gelar "Anakaji To Appamonang RI Luwu"  yang artinya Pangeran yang Mulia, Sang Pengangkat Martabat di Luwu, sementara Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono menerima Gelar Adat "We Tappa Cina Wara-Warae Ri. Manjapai " atau Puteri yang berwajah bersinar Cemerlang dari Majapahit.

Penganugerahan gelar adat yang disaksikan ribuan warga Palopo ini dilaksanakan di Istana Datu Luwu, di Jl Andi Jemma, Desa Amasangeng, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Acara penganugerahan gelar ini diawali dengan prosesi (Ripaduppai Leillung) atau Presiden dan Ibu Negara dipayungi dengan tenda kehormatan bertiang enam dengan dibimbing oleh sanro pallawolo (dukun pemimpin upacara) dalam bahasa Bissu.

Dialog ini disebut "Rapasitangkereng Lawoloe" yang inti dialognya adalah mempertanyakan siapa gerangan tamu kehormatan dan maksud kedatangannya, kemudian Presiden dan Ibu Negara dibimbing untuk duduk di Lamming Pulaweng (singgsangan utama).

Pada puncak prosesi penasbihan gelar, Presiden diberikan Songkok Emas dan Ibu Negara  dipasangkan kembang goyang oleh kerabat Kedatuan Luwu (Andi Syamsu dan Prof Ima Kusuma).

Kearifan Lokal

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, ia mengapresiasi kearifan lokal komunitas Luwu yaitu sifat saling menghormati, saling menghargai dan saling mengingatkan.

"Kalau itu dijunjung tinggi insya Allah Palopo akan tetap menjadi wilayah yang aman, tenteram dan damai," tutur SBY.

Presiden SBY menilai, kalau ada kekerasan yang terjadi berarti mengingkari nilai-nilai yang seharusnya kita junjung secara bersama. Ia mengingatkan, kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan.

"Marilah kita memiliki sikap, memiliki hati, memiliki pikiran, setiap permasalahan marilah kita selesaikan secara damai dan bermartabat. Ada strata sosial dan adapula pranata hukum tidak harus aparat kepolisian, aparat teritorial TNI harus selalu berada di depan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar SBY.

Sebenarnya, lanjut SBY, masyarakat yang baik di dalam dirinya ada kesadaran yang tinggi untuk menjaga kerukunan, kedamaian, toleransi, hormat menghormati serta apapun masalah yang dihadapi dapat diselesaikan secara damai.

"Itulah salah satu kewajiban saya dengan istri yang hari ini menerima gelar adat, menjaga kehormatan untuk menjaga yang menjadi kebanggaan komunitas Luwu, masyarakat Palopo yang tenteram dan ramah insya Allah tempat ini dapat berkembang lebih maju dan lebih sejahtera lagi," kata Presiden SBY.

Pada malam hari ini Kepala Negara dijadwalkan akan menuju Kabupaten Luwu untuk Santap Malam, dan  dijadwalkan meninjau Kerajinan Khas Luwu di Kabupaten Luwu dan bermalam di Kabupaten Wajo.

Turut hadir dalam acara tersebut Menkopohukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Mendikbud M. Nuh, Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalagi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Gubernur Sulawesi Selatan Yasin Limpo, dan perangkat daerah Sulawesi Selatan.

Kunjungan ke Kota Palopo ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Presiden SBY ke Sulawesi Selatan, pada 19 – 22 Februari. Sebelum sampai Palopo, Presiden SBY dan rombongan telah singgah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Barru, Kota Parepare, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Tana Toraja. (Kun/Humas Setkab/ES)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar